Bajaj
Kendaraan dengan warna yang cukup ngejreng dan menarik perhatian karena suaranya yang aduhai :D ini diketahui berasal dari india. Dua roda dibelakang, satu roda didepan dan setir yang mirip sepeda motor. Mengapa bentuk kemudi seperti itu? hmmm... mungkin sesuai dengan kapasitas bajaj yang bisa nyelap nyelip sana sini., menghajar trotoar dan berbelok ekstrim sehingga terciptalah sebuah anekdot "ngeles aja kaya bajaj".
Ditengah busway yang merajalela dan godaan taxi berplank tarif bawah, bajaj tetap merupakan kendaraan terfavorit dikota Jakarta dan idola ibu-ibu jika ke Pasar. Seorang teman satu kampus sebutlah P yang berasal dari pinggir kota mempunyai impian terbesar yang belum tercapai. Impian ini menyangkut bajaj berwarna orange yang sering lalu lalang depan kampus. Setiap ada bajaj lewat, P selalu menatap dengan pandangan anak kecil minta dibeliin permen: Henoyyy (narik2 tangan , pengen naik bajaj..ke Atrium naik bajaj yuk...yukk..yuk | gak bisa P...abang bajajnya gak mao..kedeketan soalnya|ahh, enoy ayo dunk..ya..ya...ya *mata nanar|daripada rempong pasang muka nyengir. Dan akhirnya tibalah waktunya yang ditunggu2 untuk P mencicip bajaj dengan jarak yang lumayan dan tak bisa membuat abang supir untuk menolak mengangkut. Secara kami trio grup hip hip hura kala itu dan masing2 diberkahi dengan kesehatan dan kesuburan yang luar biasa :D pilihan kami terpaksa jatuh ke ksatria bajaj biru dengan harapan akhirnya impian P bisa terwujud. Sepanjang jalan P hanya terdiam, didorong keingintahuan yang semakin merajalela kutanya : Dah puas belum P naik bajaj| sambil menoleh dia berkata belum enoyyy :( P masih mau naik yang oranye*Doeennnnggggg

hahahhahahha...ternyata popularitas si oranye memang unbeatable :))
Kisah Putri Duyung Kecil
Puteri duyung kecil tinggal di kerajaan bawah laut bersama dengan ayahnya, sang Raja Laut, neneknya dan enam kakak perempuannya, masing-masing berbeda satu tahun usianya. Ketika putri duyung mencapai usia 15 tahun, ia diijinkan berenang ke permukaan untuk melihat dunia di atas laut, dan jika usia mereka sudah cukup, saru dari mereka bergantian melihat permukaan laut tiap tahunnya. Setiap seorang dari mereka kembali, puteri duyung kecil mendengar dengan penuh kerinduan seluruh keindahan di permukaan dan cerita tentang manusia
Akhirnya saat puteri duyung kecil pun tiba. Dia berkelana ke permukaan laut, saat ia berkelana dia melihat seorang pangeran tampan di sebuah kapal, ia pun jatuh cinta dari kejauhan. Saat sebuah badai besar melanda dan mengakibatkan pangeran tampan terlempar ke laut, putri duyung kecil menolong pangeran yang tak sadarkan diri dan membawanya ke pantai dekat sebuah kuil. Di sana ia menunggu sampai seorang gadis dari kuil menolong sang pangeran. Pangeran tidak pernah melihat putri duyung kecil yang telah menolongnya.
Putri duyung kecil bertanya pada neneknya apakah seorang manusia dapat hidup selamanya jika mereka tidak tenggelam. Neneknya berkata bahwa manusia memiliki umur lebih pendek dari pada duyung yang rata-rata berusia 300 tahun. Ketika duyung mati mereka akan berubah menjadi buih-buih ombak dan lenyap tak berbekas, sementara manusia mempunyai jiwa abadi yang hidup disurga. Putri duyung kecil yang merindukan pangeran dan ingin memiliki jiwa yang abadi, mendatangi penyihir laut. Penyihir laut menjual ramuan yang dapat memberinya sepasang kaki. Ditukar dengan suara putri duyung kecil karena suara putri duyung adalah yang paling murni didunia.
Penyihir laut memperingatkan begitu putri duyung menjadi manusia dia tidak boleh kembali ke laut. Putri duyung kemudian meminum ramuan itu yang terasa seperti ditusuk oleh sebuah pedang. Kemudian setelah ia meminum ramuan tersebut siripnya akan berubah menjadi sepasang kaki, bahkan bisa berdansa lebih dari manusia lainnya. Hanya saja kakinya akan terasa seperti berjalan diujung pisau tajam dan terluka parah. Sebagai tambahan ia akan memperoleh jiwa jika pangeran mencintainya dan menikahinya dengan begitu sebagian jiwa pangeran akan mengalir kepadanya. Sebaliknya jika pada pagi pertama sang pangeran menikahi gadis lain, putri duyung akan patah hati dan terurai menjadi buih-buih ombak.
Putri duyung meminum ramuan itu dan bertemu pangeran yang tertarik pada kecantikan dan keanggungannya walau ia bisa. Tetapi yang paling ia sukai adalah melihat putri duyung menari dan ia menari untuk pangeran walaupun sakitnya tak tertahankan. Ayah sang pangeran telah memerintahkan pangeran untuk menikahi putri dari kerajaan tetangga. Namun pangeran mengatakan bahwa ia hanya mencintai gadis dari kuil yang telah menolongnya tetapi ia juga berkata putri duyung telah mulai mengambil hatinya. Namun apa daya, ternyata putri kerajaan tetangga adalah gadis dari kuil, yang dikirim ayahnya untuk belajar disana. Pangeran mencintai dan menikahinya.
Putri duyung patah hati. Dia memikirkan semua yang telah ia korbankan dan sakit yang ia tanggung. Ia menderita, menunggu datangnya kematian. Tetapi sebelum pagi datang, kakak-kakak putri duyung kecil datan membawa pisau yang telah mereka tukarkan dari Penyihir laut dengan rambut panjang mereka. Jika putri duyung memengal pangeran dengan pisau itu dan membiarkan darah pangeran menetes ke kaki putri duyung penderitaannya akan berakhir dan ia akan terus hidup.
Namun putri duyung tak sanggup membunuh pangeran yang sedang tidur bersama pengantinnya. Saat pagi tiba, ia melemparkan diri ke laut kemudian tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi buih-buih ombak.